Dukung Penurunan Stunting, PKK Situbondo Latih Kader Pendamping ASI

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:23:53 WIB

SITUBONDO — Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Kader Pendamping ASI Eksklusif (Kemping Asik) yang bertempat di Aula PKK Situbondo pada Selasa (10/2/2026). 

Dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili atau Mbak Una, kegiatan ini diikuti perwakilan kader PKK dari desa-desa yang menjadi lokus stunting berdasarkan data tahun 2025. 

Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan kader secara komprehensif tentang ASI eksklusif sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dalam mendampingi ibu menyusui agar berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. 

Ketua Bidang IV PKK Situbondo, Ayu Risky Nafisah, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pemahaman yang tepat terkait teknik pemberian ASI eksklusif serta keterampilan komunikasi yang efektif. 

Dengan bekal tersebut, kader diharapkan mampu memberikan edukasi, motivasi, dan pendampingan kepada ibu-ibu menyusui di masyarakat. 

“Kader diharapkan bisa memahami lebih baik teknik pemberian ASI eksklusif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi supaya dapat memberikan motivasi kepada para ibu,” ujar Ayu saat ditemui di Kantor PKK Situbondo. 

Metode pelatihan, lanjut Ayu, dikemas secara interaktif dengan pendekatan edukasi dan sesi berbagi pengalaman. Melalui metode ini, para kader dapat menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi saat melakukan pendampingan di lapangan. 

Menurut Ayu, salah satu temuan pada hari pertama pelatihan adalah masih kuatnya pengaruh lingkungan dan mitos seputar pemberian ASI di masyarakat desa. Hal tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi kader saat mendampingi ibu menyusui. 

“Masih banyak mitos-mitos seputar ASI yang perlu diluruskan. Ini menjadi tantangan bagi kader saat mendampingi ibu-ibu menyusui,” katanya. 

Melalui kegiatan Kemping Asik ini, PKK Kabupaten Situbondo menargetkan peningkatan efektivitas peran kader dalam mendampingi ibu menyusui. Dengan meningkatnya praktik pemberian ASI eksklusif di masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya nasional menurunkan angka stunting.[]

Terkini