TP PKK Situbondo Hadirkan dr Tan Shot Yen, Edukasi Cegah Stunting

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:20:07 WIB

SITUBONDO — Pemberian air susu ibu (ASI), makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, dan imunisasi lengkap menjadi fondasi utama mencegah stunting sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Pesan itu mengemuka dalam puncak peringatan Pekan Menyusui Sedunia bertajuk 'ASI, MPASI, Imunisasi, Paket Komplit Generasi Tinggi Berprestasi' yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dokter dan pemerhati gizi nasional dr. Tan Shot Yen, M.Hum sebagai keynote speaker. Kehadirannya dimaksudkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai langkah mencegah stunting.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili atau Mbak Una mengatakan, Pekan Menyusui Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana edukasi bagi para ibu, keluarga, kader PKK, dan tenaga kesehatan," kata Mbak Una.

Menurut dia, kehadiran Tan Shot Yen menjadi kesempatan bagi masyarakat Situbondo memperoleh pengetahuan langsung dari pakar mengenai upaya pencegahan stunting sejak dini.

"Edukasi yang disampaikan langsung oleh ahlinya diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga praktik pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap semakin baik," ujarnya.

Mbak Una menambahkan, investasi terbaik bagi daerah adalah memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

"Anak-anak adalah investasi masa depan Situbondo. Karena itu, mereka harus mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat melalui ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap," katanya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Tan Shot Yen menegaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan fase paling menentukan dalam perkembangan otak anak. Menurut dia, sekitar 80 persen perkembangan otak telah terbentuk pada usia tersebut sehingga intervensi gizi harus dilakukan sedini mungkin.

"Kenapa dua tahun? Karena sekitar 80 persen perkembangan otak manusia sudah terbentuk pada usia itu. Itulah sebabnya kita masih memiliki kesempatan untuk memastikan anak tumbuh optimal melalui intervensi yang tepat," kata Tan.

Ia menjelaskan, stunting bukan diukur dari berat badan, melainkan dari tinggi badan menurut umur yang berada di bawah minus dua standar deviasi pada kurva pertumbuhan. "Patokannya adalah tinggi badan menurut umur, bukan berat badan," ujarnya.

Tan menambahkan, dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir anak.

"Yang pasti, anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan kecerdasan yang tidak optimal. Dampaknya dapat terlihat ketika anak memasuki usia sekolah dan mengikuti proses belajar," katanya.

Melalui peringatan Pekan Menyusui Sedunia tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama TP PKK berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap semakin meningkat sehingga angka stunting terus menurun dan kualitas generasi mendatang semakin baik.[]

Terkini