Hadirkan Tan Shot Yen, TP PKK Situbondo Perkuat Gerakan Pencegahan Stunting

Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:40:23 WIB

SITUBONDO – Komitmen Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Situbondo dalam menekan angka stunting terus diperkuat. Tidak hanya melalui pendampingan kader di lapangan, tetapi juga dengan menghadirkan edukasi langsung dari pakar gizi nasional kepada masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui puncak peringatan Pekan Menyusui Sedunia bertajuk "ASI, MPASI, Imunisasi, Paket Komplit Generasi Tinggi Berprestasi" yang digelar di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (7/8/2026).

Pada kegiatan tersebut, TP PKK menghadirkan dokter sekaligus pemerhati gizi nasional dr. Tan Shot Yen, M.Hum sebagai keynote speaker.

Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili atau Mbak Una mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurut dia, keberhasilan melahirkan generasi unggul tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh pemahaman keluarga tentang pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana edukasi bagi para ibu, keluarga, kader PKK, dan tenaga kesehatan," ujar Mbak Una.

Ia menilai, kehadiran Tan Shot Yen memberikan nilai lebih bagi kegiatan tersebut. Sebab, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan langsung dari pakar yang selama ini aktif mengampanyekan pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

"Edukasi yang disampaikan langsung oleh ahlinya diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga praktik pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap semakin baik," katanya.

Mbak Una menegaskan, anak-anak merupakan aset sekaligus investasi terbesar Kabupaten Situbondo. Karena itu, seluruh pihak perlu memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

"Anak-anak adalah investasi masa depan Situbondo. Karena itu, mereka harus mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat melalui ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap," tegasnya.

Sementara itu, di hadapan ratusan peserta yang terdiri atas ibu menyusui, kader PKK, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan, dr. Tan Shot Yen menjelaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan masa paling menentukan bagi perkembangan otak manusia.

Ia menyebut, sekitar 80 persen perkembangan otak telah terbentuk saat anak berusia dua tahun. Karena itu, kesempatan memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak paling efektif dilakukan pada periode tersebut.

"Kenapa dua tahun? Karena sekitar 80 persen perkembangan otak manusia sudah terbentuk pada usia itu. Itulah sebabnya kita masih memiliki kesempatan untuk memastikan anak tumbuh optimal melalui intervensi yang tepat," jelas Tan.

Tan juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai stunting. Menurutnya, stunting bukan diukur dari berat badan anak, melainkan dari tinggi badan menurut umur yang berada di bawah standar pertumbuhan.

"Patokannya adalah tinggi badan menurut umur, bukan berat badan," ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa dampak stunting tidak berhenti pada pertumbuhan fisik yang terhambat. Anak yang mengalami stunting juga berisiko memiliki perkembangan kemampuan berpikir yang tidak optimal sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar di masa mendatang.

"Yang pasti, anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan kecerdasan yang tidak optimal. Dampaknya dapat terlihat ketika anak memasuki usia sekolah dan mengikuti proses belajar," tandasnya.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Situbondo berharap gerakan pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap tidak hanya menjadi kampanye tahunan, tetapi menjadi budaya di setiap keluarga. Dengan demikian, target penurunan stunting dapat tercapai seiring lahirnya generasi Situbondo yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

Terkini