SITUBONDO – Perjalanan warga Besuki Raya untuk mendapatkan layanan cuci darah kini menjadi lebih dekat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki, Situbondo, kini resmi menghadirkan layanan hemodialisa (HD).
Kehadiran layanan tersebut ditandai dengan Grand Launching Layanan Hemodialisa yang berlangsung di RSUD Besuki pada Rabu (16/9/2026).
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, beroperasinya layanan HD di RSUD Besuki menambah fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan hemodialisis di Kabupaten Situbondo.
“Situbondo ada tiga rumah sakit yang sudah bisa memberikan layanan HD. Ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mas Rio, panggilan karibnya, usai meresmikan layanan hemodialisa.
Dengan tambahan layanan di RSUD Besuki, masyarakat di wilayah barat Situbondo kini memiliki pilihan fasilitas yang lebih dekat ketika membutuhkan terapi hemodialisis.
Sebelumnya, layanan serupa telah tersedia di RSUD Asembagus dan RSUD Abdoer Rahem Situbondo.
Mas Rio menegaskan, pemerataan layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah. Menurutnya, kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi berkaitan dengan pembangunan manusia dan pergerakan ekonomi daerah.
“Kesehatan itu menjadi tulang punggung. Kita bicara Indeks Pembangunan Manusia (IPM), elemen utama juga adalah kesehatan. Bagaimana ekonomi bisa bergerak kalau masyarakatnya tidak sehat?” katanya.
Anggaran Kesehatan Naik
Komitmen tersebut, kata Mas Rio, juga tercermin dari peningkatan anggaran program kesehatan, termasuk program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas).
Ia menyebut anggaran kesehatan yang periode sebelumnya sekitar Rp20 miliar per tahun kini meningkat hingga hampir Rp65 miliar.
“Belum lagi anggaran Berantas Plus,” imbuhnya.
Program Berantas Plus, lanjut Mas Rio, disiapkan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Salah satu contohnya adalah penanganan korban kecelakaan tunggal yang tidak mendapatkan pembiayaan dari Jasa Raharja maupun BPJS.
“Pikiran besarnya adalah manusia Situbondo sehat. Kalau sehat itu bisa rajin ke sekolah, rajin bekerja, sehingga ujungnya nanti kemiskinan itu bisa mengalami penurunan,” tegas Mas Rio.
Ia pun mengajak masyarakat Besuki Raya memanfaatkan layanan hemodialisis yang kini tersedia di RSUD Besuki.
“Disiarkan bahwa sudah ada layanan HD. Masyarakat Besuki silakan datang ke RSUD Besuki,” ujarnya.
Layanan hemodialisis di RSUD Besuki beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. Peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan tersebut sesuai ketentuan kepesertaan dan prosedur pelayanan yang berlaku.
RSUD Besuki Lengkapi Tahapan
Direktur RSUD Besuki Imam Hariono mengatakan, pembukaan layanan hemodialisis dilakukan setelah seluruh tahapan operasional dipenuhi.
“Dalam pemenuhan tahapan-tahapan itu, banyak hal yang harus dilengkapi. Salah satunya dokumentasi, administrasi, uji fungsi, dan kesiapan SDM,” jelasnya.
Menurut Imam, keberadaan layanan HD di RSUD Besuki diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat yang membutuhkan cuci darah.
“Dengan hadirnya layanan hemodialisa ini, kami keluarga besar RSUD Besuki ingin mempersembahkan layanan terbaik untuk seluruh masyarakat yang dapat mempermudah atau memotong kompas penggunaan akomodasi dan lain-lain,” katanya.
Ia menjelaskan, hemodialisis tidak hanya berkaitan dengan pasien gagal ginjal kronis. Dalam kondisi tertentu, layanan ini juga dapat digunakan dalam penanganan pasien intoksikasi atau keracunan.
“Dalam praktiknya, penggunaan hemodialisa ini bukan hanya untuk penyakit gagal ginjal kronis, tapi bisa dimanfaatkan juga untuk para intoksikasi,” ujarnya.
Bagi RSUD Besuki, layanan baru ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pemerintah daerah yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Dengan sehatnya masyarakat diharapkan akan meningkatkan produktivitas sehingga kualitas hidup masyarakat juga akan semakin tinggi,” tutup Imam.[]