TP PKK Situbondo Perkuat Edukasi Cegah Stunting Lewat Pekan Menyusui Sedunia

TP PKK Situbondo Perkuat Edukasi Cegah Stunting Lewat Pekan Menyusui Sedunia

SITUBONDO — Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Situbondo memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menggelar puncak peringatan Pekan Menyusui Sedunia bertajuk "ASI, MPASI, Imunisasi, Paket Komplit Generasi Tinggi Berprestasi" di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (7/8/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili, mengatakan Pekan Menyusui Sedunia merupakan momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

"Tentu kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana edukasi bagi para ibu, keluarga, kader PKK, dan tenaga kesehatan," kata Mbak Una, panggilan karibnya. 

Menurut dia, TP PKK sengaja menghadirkan dokter dan pemerhati gizi nasional dr. Tan Shot Yen sebagai keynote speaker agar masyarakat memperoleh pemahaman langsung dari pakar mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

"Edukasi yang disampaikan langsung oleh ahlinya diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga praktik pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap semakin baik," ujarnya.

Mbak Una menegaskan, investasi terbaik bagi Kabupaten Situbondo adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak untuk tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

"Anak-anak adalah investasi masa depan Situbondo. Karena itu, mereka harus mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat melalui ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap," katanya.

Dalam kesempatan itu, Tan Shot Yen menegaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan fase paling menentukan dalam perkembangan otak anak. Menurut dia, sekitar 80 persen perkembangan otak telah terbentuk pada usia dua tahun sehingga intervensi gizi harus dilakukan sedini mungkin.

"Kenapa dua tahun? Karena sekitar 80 persen perkembangan otak manusia sudah terbentuk pada usia itu. Itulah sebabnya kita masih memiliki kesempatan untuk memastikan anak tumbuh optimal melalui intervensi yang tepat," kata Tan.

Ia menjelaskan, stunting tidak diukur dari berat badan anak, melainkan dari tinggi badan menurut umur yang berada di bawah minus dua standar deviasi pada kurva pertumbuhan.

"Patokannya adalah tinggi badan menurut umur, bukan berat badan," ujarnya.

Tan menambahkan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir anak.

"Yang pasti, anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan kecerdasan yang tidak optimal. Dampaknya dapat terlihat ketika anak memasuki usia sekolah dan mengikuti proses belajar," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap terus meningkat sehingga angka stunting dapat ditekan dan kualitas generasi penerus semakin baik.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index