SITUBONDO - Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Situbondo bergerak cepat (gercep) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) guna menangani kasus seorang warga yang diinformasikan terlantar di Malaysia.
Sahyati (57), Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diketahui berasal dari Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, dilaporkan terlantar dan sakit di luar negeri.
Kepala Disnaker Situbondo, Holil, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kondisi Sahyati yang memprihatinkan.
"Langkah pertama yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Situbondo untuk mendapatkan informasi detail mengenai kondisi dan keberadaan Bu Sahyati di Malaysia," ujarnya pada Sabtu, (5/4/2025).
Setelah mendapat informasi yang cukup, termasuk nomor kontak korban, Disnaker Situbondo kemudian menindaklanjuti dengan cara berkomunikasi langsung dengan KBRI.
Disnaker meminta Sahyati diamankan di kantor kedutaan di Malaysia untuk sementara agar bisa diobati hingga sembuh. Setelah kondisinya membaik, pihaknya akan mengatur pemulangan Sahyati ke Indonesia.
"Hari ini Disnaker telah berkomunikasi dengan pihak konsulat jenderal untuk dilakukan proses penyelamatan dan dirawat di Shelter yang dikelolah oleh Konsulat Jenderal di Johor, Malaysia," kata Holil.
Sementara itu, menurut keterangan keluarga, Sahyati telah sakit sekitar enam bulan dan sempat dirawat di rumah sakit.
"Setelah cukup lama di rumah sakit dan kondisinya tidak membaik, beliau dibawa oleh pengemudi Grab ke sebuah restoran, lalu ditinggalkan di sana," ungkap salah satu keluarga sebagaimana diceritakan Holil.
Holil menambahkan, Sahyati kemudian ditemukan oleh seorang WNI bernama Miswati, yang berupaya melindunginya.
"Kami telah menghubungi Ibu Miswati untuk berkoordinasi dengan pihak kedutaan agar Bu Sahyati bisa diamankan," jelas Holil.
Holil menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melindungi setiap warga negara Indonesia di luar negeri bahkan tanpa biaya.
"Kami telah bertemu dengan pihak keluarga dan memastikan agar tidak melayani pihak-pihak yang mengatasnamakan ingin membantu pemulangan dengan meminta biaya," tegas Holil.
Disnaker Situbondo memastikan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. "Kami akan terus mengawal kasus ini hingga Bu Sahyati bisa kembali ke tanah air dengan selamat," pungkasnya.[]