Bakso Lonyang Ludes di Pesta Rakyat Situbondo, Harjakasi Ditutup Semarak Kuliner

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:40:54 WIB

SITUBONDO – Malam belum terlalu larut ketika lapak Bakso Lonyang milik Rusdi mulai kehilangan isinya. Satu per satu mangkuk berpindah ke tangan pembeli hingga akhirnya tak tersisa.

Di tengah riuh Pesta Rakyat Situbondo di Alun-Alun Situbondo, Sabtu (22/8/2026) malam, Rusdi hanya bisa tersenyum melihat dagangannya ludes diserbu warga.

"Alhamdulillah, habis semua. Banyak yang beli, warga sangat antusias. Saya senang bisa ikut berjualan di Pesta Rakyat Situbondo ini," ujar Rusdi.

Bagi Rusdi, malam itu bukan sekadar kesempatan berjualan. Pesta Rakyat Situbondo yang menjadi puncak rangkaian Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan sekaligus menjual kuliner kepada masyarakat dalam jumlah lebih banyak.

"Mulai ramai itu banyak warga yang datang. Baksonya laris sampai habis," katanya.

Kemeriahan juga terasa di lapak-lapak kuliner lainnya. Warga datang silih berganti, menikmati makanan khas Situbondo sekaligus mengikuti hiburan yang disuguhkan dalam acara puncak Harjakasi tersebut.

Di tengah keramaian itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio ikut larut bersama masyarakat.

Ia turun langsung menyapa warga dan berkeliling melihat kuliner yang disajikan. Tajin palappa, rocek, kaldu, nasi sodu hingga nasi karak tak luput dari perhatiannya.

"Masih ada enggak nasi kaldu, ada enggak? Tajin palappa?" tanya Mas Rio kepada warga.

Bukan hanya jenis makanan yang ditanyakan. Mas Rio juga ingin mengetahui apakah masih ada makanan yang tersisa dan apakah masih ada warga yang belum mendapatkan makanan.

"Masih ada enggak jualannya?" ujarnya.

Jawaban warga membuat Mas Rio tersenyum. Makanan yang dijual ternyata sudah habis.

"Habis semuanya, tepuk tangan dulu!" kata Mas Rio.

Ia bahkan spontan menawarkan diri untuk membayar jika masih ada warga yang belum kebagian makanan.

"Kalau masih ada, silakan saya yang bayar. Ya? Atau mau voucher?" ujarnya.

Pesta Rakyat Situbondo menjadi penutup sekaligus puncak rangkaian Harjakasi. Alun-Alun Situbondo berubah menjadi ruang perayaan yang mempertemukan warga, pelaku UMKM, pemerintah daerah dan masyarakat dari berbagai daerah.

Tak ada jarak kaku antara kepala daerah dan warga. Mas Rio beberapa kali melontarkan candaan menggunakan bahasa Madura. Ia bahkan menggambarkan suasana malam itu seperti sedang melakukan siaran langsung di media sosial.

"Apa kabar? Serasa di live TikTok ya?" kata Mas Rio.

Warga juga diajak mengikuti kuis yang diberikan langsung oleh bupati. Suasana pun semakin cair di tengah kerumunan masyarakat.

Bagi para pedagang, kemeriahan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan pembeli lebih banyak. Bagi masyarakat, Pesta Rakyat Situbondo menjadi ruang untuk menikmati hiburan sekaligus mencicipi beragam kuliner lokal.

Tak hanya berbicara soal kemeriahan malam itu, Mas Rio juga menyampaikan rencana untuk membuat rangkaian Harjakasi tahun depan semakin semarak.

Ia menyatakan hadiah berbagai lomba dalam rangkaian Harjakasi tahun depan akan ditambah.

Penambahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang selama ini ikut memeriahkan berbagai perlombaan dalam rangkaian Harjakasi.

Dengan hadiah yang lebih besar, Mas Rio berharap semakin banyak masyarakat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Harjakasi tahun depan.

Pesta Rakyat Situbondo turut dihadiri Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, Sekda Situbondo beserta istri, serta istri Bupati Situbondo.

Malam itu, pesta rakyat bukan hanya tentang panggung dan hiburan. Dari lapak Bakso Lonyang Rusdi yang ludes hingga kuliner khas Situbondo yang habis diserbu warga, puncak Harjakasi menjadi gambaran bagaimana perayaan daerah bisa sekaligus menghidupkan ruang ekonomi dan kebersamaan masyarakat.[]

Terkini