Dari Sepotong Mangga, Mas Rio Kenalkan Situbondo Berbuah Best Trade Promotion APKASI Expo 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:33:02 WIB

SITUBONDO – Ada cara berbeda yang dilakukan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat mengenalkan daerahnya di panggung nasional. Bukan hanya mengandalkan stan dan kemasan produk, sosok yang karib disapa Mas Rio iti turun langsung menawarkan mangga Situbondo kepada pengunjung.

"Mangga Situbondo, silakan dicoba. Mari-mari, silakan dicoba ini mangga asli Situbondo," terdengar suara Mas Rio di tengah pembukaan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Mas Rio tampak begitu bersemangat mempromosikan produk unggulan daerah. Setiap pengunjung yang melintas di sekitar stan Situbondo menjadi sasaran promosi. Mangga tidak hanya dipajang, tetapi langsung ditawarkan untuk dicicipi.

Ketika mengetahui ada pengunjung yang datang dari Manado, Mas Rio tak menyia-nyiakan kesempatan. "Eh dari Manado. Ini mangga Situbondo, silakan dicoba," ujarnya.

Promosi itu bahkan berlanjut kepada Wakil Menteri dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto yang tampak berada di lokasi. Sepotong mangga yang sudah dipotong kemudian ditawarkan untuk dicicipi.

"Coba dulu, Pak Wamen. Ini mangga Situbondo," kata Mas Rio.

Dari satu produk, ia membawa pengunjung lainnya pada cerita tentang daerah asalnya. Panarukan menjadi salah satu nama yang coba kembali diperkenalkan kepada masyarakat yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.

"Tahu Panarukan enggak?" tanya Mas Rio kepada pengunjung.

Pertanyaan sederhana itu kemudian menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kepingan sejarah Situbondo. Ketika seorang pengunjung belum mengetahui secara pasti lokasi Panarukan, Mas Rio menjelaskan bahwa kawasan tersebut berada di Jawa Timur dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari Situbondo.

"Dulu namanya Panarukan, berubah jadi Situbondo," ujarnya.

Cara promosi seperti itulah yang membuat stan Situbondo tidak sekadar menjadi tempat memajang produk. Ada interaksi, ada cerita, sekaligus ada upaya mengajak pengunjung mengenal lebih dekat daerah yang berada di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Upaya sederhana itu kemudian berbuah apresiasi. Setelah rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, Kabupaten Situbondo mendapat penghargaan Best Trade Promotion Category pada acara puncak penutupan APKASI Otonomi Expo 2026, Sabtu (29/8/2026).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya promosi Situbondo yang dinilai baik dan total dalam memperkenalkan potensi daerah, mulai dari produk UMKM hingga identitas dan sejarah daerah.

Menurut Mas Rio, penghargaan itu bukan sekadar sebuah trofi. Ada kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus membawa nama Situbondo ke panggung yang lebih luas.

"Terima kasih atas penghargaannya kepada APKASI Expo. Kita memenangkan kategori Best Trade Promotion Category," kata Mas Rio.

Ia menilai Situbondo memiliki modal kuat karena merupakan daerah yang ditopang sektor UMKM. Produk lokal, menurutnya, harus terus diperkenalkan agar tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Bagi saya ini satu penghormatan dan penghargaan, karena bagaimanapun kita harus bekerja keras untuk mengenalkan Situbondo, mengenalkan produk Situbondo. Situbondo adalah kabupaten UMKM," ujarnya.

Kepingan kejayaan sejarah Panarukan dan Besuki, kata Mas Rio, menjadi bagian dari perjalanan panjang Situbondo yang ingin kembali diangkat sebagai identitas daerah. Cerita tersebut diharapkan mampu membangun kembali ingatan masyarakat Indonesia terhadap posisi penting Situbondo pada masa lalu.

"Sejarah Situbondo dengan Panarukan dan Besuki yang luar biasa besar itu yang mau kita kembangkan lagi," katanya.

Mas Rio ingin masyarakat kembali mengingat bahwa di ujung timur Pulau Jawa terdapat sebuah kabupaten yang memiliki sejarah perdagangan yang panjang.

"Me-recalling memori masyarakat Indonesia bahwa ada loh di ujung timur Pulau Jawa ini, sebuah kabupaten yang melintasi Jalan Pantura pernah berjaya menjadi pelabuhan terbesar bernama Panarukan," ujarnya.

Dari sejarah, promosi kemudian kembali bermuara pada produk. Mangga, kopi, gula tebu, tembakau, hingga rengginang menjadi sebagian dari kekayaan lokal yang dibawa Situbondo untuk diperkenalkan kepada pasar nasional.

"Dengan segala produk lokal yang kita punya, mulai dari mangga, kopi, gula tebu, tembakau, serta rengginang, dan banyak sekali," kata Mas Rio.

Karena itu, bagi Mas Rio, mempromosikan Situbondo membutuhkan aksi nyata. Pemerintah tidak cukup hanya menjadi fasilitator, tetapi harus ikut turun tangan memperkenalkan produk daerah.

"Nah, itu kenapa saya sampai harus mempromosikan sendiri. Terima kasih untuk semuanya," pungkasnya.

Penghargaan Best Trade Promotion Category akhirnya menjadi cerita manis dari sebuah upaya sederhana: menawarkan mangga, mengajak orang mencicipi, lalu mengenalkan nama Situbondo beserta sejarah dan produk lokalnya.

Dari sepotong mangga, Situbondo mencoba menghidupkan kembali cerita besarnya di panggung nasional.[]

Terkini