SITUBONDO – Suasana Alun-Alun Situbondo, Jawa Timur, dipenuhi sorak sorai peserta dan penonton saat lomba tarik tambang memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) yang ke-208 pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Situbondo itu dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimcam, kepala desa, serta Camat Jangkar bersama jajaran.
Ketua KORMI Situbondo Harly mengatakan, lomba tarik tambang merupakan salah satu cabang olahraga rekreasi yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, momentum Harjakasi dimanfaatkan untuk menghadirkan olahraga yang dapat dinikmati sekaligus diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
"Yang ingin kami bangun adalah semangat kebersamaan, salah satunya melalui event lomba tarik tambang. Harjakasi harus menjadi milik seluruh warga Situbondo," kata Harly.
Menurut Harly, penyelenggaraan lomba tahun ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo kepada masyarakat hingga tingkat desa.
"Kalau dulu Harjakasi lebih banyak dirasakan di pusat kota, sekarang kami ingin masyarakat di desa-desa juga merasakan kebahagiaannya. Harjakasi adalah ulang tahun Kabupaten Situbondo, sehingga kemeriahannya harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, termasuk warga di pelosok," ujarnya.
Pantauan media ini, pada kategori pelajar, MAN 2 Situbondo berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan SMKN 1 Panji di partai final. Posisi ketiga diraih SMAN 1 Situbondo.
Sementara pada kategori umum, tim Calo' Kodhi dari Desa Agel, Kecamatan Jangkar, berhasil menjadi juara pertama. Posisi runner-up ditempati DR. Frish Company dari Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, sedangkan peringkat ketiga diraih Jagat Sakti dari Kelurahan Kotakan, Kecamatan Situbondo.
Selain menggelar berbagai perlombaan, KORMI juga terus memperluas pembinaan olahraga rekreasi melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Harly mengungkapkan, KORMI telah menjalin kerja sama dengan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo dalam pengembangan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari induk organisasi olahraga (inorga) KORMI.
"Kami sudah memulai kolaborasi dengan perguruan tinggi, salah satunya UNARS. Ke depan kami juga akan membuka kerja sama dengan sekolah tingkat SMA dan SMP untuk memperkenalkan apa itu KORMI, sehingga olahraga masyarakat semakin dikenal generasi muda," katanya.
Tak hanya itu, KORMI Situbondo juga mulai mengembangkan cabang olahraga rekreasi baru, yakni pushbike atau sepeda tanpa pedal untuk anak usia dini. Situbondo bahkan dijadwalkan menjadi tuan rumah kejuaraan pushbike berskala nasional pada Oktober 2026.
"Salah satu yang sedang kami siapkan adalah pushbike. Insyaallah bulan Oktober nanti Situbondo akan menjadi tuan rumah event pushbike berskala nasional. Ini menjadi bagian dari upaya kami mengenalkan olahraga rekreasi sejak usia dini sekaligus mendatangkan peserta dari berbagai daerah," ujar Harly.
Lebih jauh, Harly menegaskan, nilai utama yang ingin diwariskan dari setiap kegiatan KORMI adalah memperkuat ikatan sosial masyarakat.
"Bahkan ada peserta dari kabupaten lain. Jadi bukan sekadar berkompetisi, tetapi membangun silaturahmi dan kebahagiaan bersama melalui olahraga masyarakat," tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan Harjakasi tersebut, KORMI berharap olahraga rekreasi semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi wadah mempererat persatuan, sekaligus menjadikan Hari Jadi Kabupaten Situbondo sebagai pesta rakyat yang benar-benar dirasakan manfaat dan kemeriahannya oleh seluruh lapisan masyarakat.[]